Apel Hari Jadi ke 661 Kota Probolinggo berlangsung penuh warna dengan melibatkan berbagai komunitas Kesenian Musik Angklung yang ada di Kelurahan Kedung galeng, dengan nuansa seorang petani peserta apael dari Kecamatan Wonoasih dan staf Kelurahan Kedunggalengdi pingiran Dam sungai Kedunggaleng , Jumat (4/9) pagi.


“Perbedaan dalam memeriahkan hari jadi Kota Probolinggo, bukanlah kendala tetapi menjadi kunci kebersamaan Kota Probolinggo. Bersama-sama menggandeng semua, karena perbedaan menjadi kekuatan membangun Kota Probolinggo,” ujar Camat Wonoasih.
Camat Wonoasih menyampaikan bahwasannya Hari Jadi ke 661 diperingati dengan rasa keprihatinan. Dimana semua negara, bangsa Indonesia dan masyarakat Kota Probolinggo harus mengalami cobaan menghadapi pandemi COVID 19.

“Patut kita syukuri bahwa di saat ini penyelenggaraan pemerintahan Kota Probolinggo khususnya di Kecamatan Wonoasih berjalan dengan lancar dengan berbasis kinerja. Kondisi sosial masyarakat Kota Probolinggo pun relatif aman dan kondusif,” katanya.

Dukungan segenap elemen masyarakat, POLRI-TNI, stakeholder, tokoh agama-tokoh masyarakat yang ada di Kecamatan Wonoasih menjadi semangat kebersamaan untuk mewujudkan Kota Probolinggo yang lebih baik. “Selalu berinovasi, berkreasi, berkarya di tengah berbagai suasana. Kondisi ekonomi, politik, sektor riil harus terus bergerak namun tetap beradaptasi dengan kebiasaan baru,” jelas Habib Hadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here