Pemerintah Kota Probolinggo menyerahkan penghargaan pada para pemenang Eco Office Award (Kantor Peduli Lingkungan) 2021 Tingkat Kelurahan se Kota Probolinggo, Selasa (10/8), di Aula Bestari Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Menurut Kepala DLH Kota Probolinggo Rachmadeta Antariksa, giat yang mulai dilaksanakan sejak Mei itu bertujuan mengimplementasikan kegiatan eco office untuk menciptakan kantor peduli lingkungan yang bersih, asri sehat dan nyaman dalam mendukung aktivitas kerja.

Selain itu, ia menambahkan, giat itu juga sekaligus menjadi momen evaluasi pelaksanaan eco office yang telah dilaksanakan dan memberikan penguatan implementasi kegiatan tersebut secara berkesinambungan dikantor kelurahan se-Kota Probolinggo.

Adapun 3 kelurahan terbaik versi Eco Office Award 2021 yang menjadi juara, adalah Kelurahan Pakistaji sebagai juara pertama, juara kedua diperoleh Kelurahan Jrebeng Kidul, dan juara ketiga diraih oleh Kelurahan Pilang.

Tak hanya itu, beberapa nominasi kelurahan lainnya juga mendapat apresiasi dari Pemkot Probolinggo. Diantaranya Kelurahan Mangunharjo, Kelurahan Jrebeng Wetan, Kelurahan Mayangan, Kelurahan Sumber Taman, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kelurahan Kedungasem dan Kelurahan Sukabumi.

Asisten Pemerintahan (Aspem) Setda Kota Gogol Sudjarwo mengatakan, banyak sekali permasalahan lingkungan hidup di Kota Probolinggo, yang harus dihadapi dan membutuhkan kebersamaan dan keberpaduan dalam penyelesaiannya. Salah satunya, di lingkungan kantor masing-masing.

Dengan adanya Eco Office Award 2021, lanjutnya, menjadi salah satu upaya yang efektif untuk mewujudkan kantor yang ramah lingkungan. “Hal ini selaras dengan terciptanya kantor yang bersih dan nyaman. Penerapan eco office inipun, salah satunya bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan yang ada di sekitar kita,” katanya.

Ia mengungkapkan, pembenahan kantor tempat kerja harus terus dilakukan. Mulai dari kesadaran seluruh karyawan dalam menjaga kebersihan kantor, banyak lahan kosong di sekitar kantor yang tak dimanfaatkan, penghijauan di dalam kantor masih kurang, sarana kebersihan (bak sampah, komposter aerob, dan lain-lain) jumlahnya terbatas dan pengelolaan sampahnya belum optimal.

Belum lagi, sebutnya, penataan ruang dan sarana prasarana (sarpras) perkantoran kurang memberikan kenyamanan. Dan kebersihan kamar mandi kurang. “Dimana (tak jarang) kran air kamar mandi dibiarkan mengalir terus. Sehingga perlu adanya komitmen bersama, menciptakan kantor yang peduli dan berbudaya lingkungan,”

Dengan adanya penyelenggaraan Eco Office, ia berharap, dapat menghidupkan sinergitas program dalam rangka pengendalian dan pencegahan permasalahan lingkungan di Kota Probolinggo. Sekaligus akan tercipta lingkungan kantor yang bersih, sehat, rapi dan indah. Sehingga dapat memberikan kenyamanan untuk penghuni dan meningkatkan produktivitas dan kinerja pegawai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Di kantor-kantor kelurahan, ternyata masih banyak yang tidak peduli terhadap apa yang dimaksud dengan Eco Office. Baik penataannya, penggunaan energi listrik yang tidak diperlukan harus dimatikan, ini masih banyak. Saya pesan ke Pak Lurahnya, suasanakan kantor ini seperti di rumah, jangan sampek, bagus saat mau dinilai saja tapi harus dilakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan,”

Dalam arahannya, Gogol juga mengingatkan para pemenang untuk terus semangat dan berkomitmen untuk mewujudkan kantor ramah dan berkelanjutan. Dan bagi yang belum menang, harus ada perubahan sebagai bukti semua elemen di Kota Probolinggo, khususnya perkantoran di lingkungan kelurahan, terus menyelesaikan permasalahan lingkungan hidup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here