Setelah melalui proses penjurian yang panjang, hadiah pemenang lomba vlog dan video makan nasi jagung dalam rangka Hari Jadi ke 661 Kota Probolinggo akhirnya diserahkan secara langsung  oleh Wali Kota Hadi Zainal Abidin didampingi Wawali Mochammad Soufis Subri, Jumat (11/9) pagi.

Penyerahan hadiah tersebut terasa istimewa karena diserahkan di Pantai Permata Pilang, bersamaan dengan gowes wisata lingkungan yang merupakan rangkaian Hari Jadi Kota Probolinggo di tahun 2020. “Selamat kepada seluruh pemenang, antusiasme masyarakat begitu luar biasa. Jangan lihat hadiahnya tapi lihat penghargaannya. Semangat ya,” ujar Wali Kota Habib Hadi kepada para pemenang.

Lomba vlog dibagi menjadi dua kategori yaitu OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan umum, setiap kategori diambil 10 besar. Untuk kategori umum pemenangnya adalah Gifta Nirwana Sumantri, Zhafa Putra Syah, Belva Ayu Altamis, Galuh Margi Pramista, AV Multimedia Television, DIGMA Visual (Bengkel Tomo Probolinggo), Tasya Aulia Djuhaedi, Cyan Imajinasi Kautzar, Halo Probolinggo dan Nabilatul Ilmiah Rosikhoh.

Sedangkan kategori OPD 10 besar diraih Dispopar, Dispertahankan, Kecamatan Kanigaran, Dispendukcapil, Satpol PP, Kecamatan Wonoasih, Kecamatan Mayangan, DKUPP, Dishub, Dinsos P3A.
Sementara itu, pemenang juara video makan nasi jagung yang hadiahnya dari uang pribadi Wali Kota Habib Hadi adalah Kecamatan Wonoasih,. “Terima kasih atas peran serta seluruh masyarakat dan OPD. Karya-karyanya begitu menarik dan kreatif. Nantikan ya lomba vlog dan video di event-event selanjutnya,” tutur Habib Hadi.

Juri lomba ini dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dispopar, komunitas youtuber dan pegiat film. Menurut salah satu juri lomba, Agus Setyawan, ada sekitar 400 video yang terkirim di akun Pemerintah Kota Probolinggo baik itu vlog tentang Hari Jadi dan makan nasi jagung. Khusus penilaian video makan nasi jagung kriteria penilaian berdasarkan like dan view terbanyak.

“Jumlah peserta tahun ini membludak dari target kami. Awalnya kami menargetkan 100 peserta tapi tahun ini sampai 600 peserta. Untuk kriteria lomba vlog ini meliputi kesesuaian tema, protokol kesehatan dan isi pesan,” jelas Agus. Salah satu ketentuan lomba ini adalah video berdurasi 3 menit.

Vlog yang paling menarik adalah peserta yang mengambil tema tentang pembangunan infrastruktur yang tersendat di Kota Probolinggo. “Tapi di ending-nya yang menonton video itu mendapat informasi kenapa pembangunan itu tersendat. Ada juga yang mengambil lokasinya di luar Kota Probolinggo harus kami diskualifikasi meski videonya bagus,” sambung Agung Ekananta Santoso, juri dari Multimedia Diskominfo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here