Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, terus memperkuat transformasi pelayanan publik melalui inovasi BOS DILAN (Bantuan Sosial Delivery Lanjut Usia). Inovasi yang dikembangkan bersama Kelurahan Kedungasem dan diperluas melalui kolaborasi lintas kelurahan ini menghadirkan pelayanan pengantaran bantuan sosial secara langsung (door to door) bagi lanjut usia, penyandang disabilitas, dan masyarakat dengan keterbatasan mobilitas.
Camat Wonoasih Kota Probolinggo, Eko Candra Wirawan, mengatakan BOS DILAN merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan pelayanan publik dapat diakses oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali, terutama kelompok rentan yang selama ini mengalami hambatan untuk datang ke lokasi penyaluran bantuan.
"BOS DILAN bukan sekadar mengantarkan bantuan sosial kepada masyarakat. Inovasi ini merupakan wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dengan memastikan setiap warga lanjut usia, penyandang disabilitas, maupun warga yang memiliki keterbatasan mobilitas memperoleh hak pelayanan secara mudah, cepat, dan bermartabat," ujar Eko Candra Wirawan.
Menurutnya, inovasi tersebut lahir dari evaluasi pelayanan yang menunjukkan masih adanya warga yang kesulitan mengambil bantuan sosial secara mandiri karena faktor usia, kondisi kesehatan, maupun jarak tempat tinggal dari pusat pelayanan. Kondisi tersebut sebelumnya juga menjadi latar belakang lahirnya BOS DILAN di Kelurahan Kedungasem, yang menyasar lanjut usia dan kemudian diperluas untuk membantu penyandang disabilitas berat.
Melalui BOS DILAN, proses penyaluran bantuan dilakukan secara langsung ke rumah penerima manfaat oleh tim yang terdiri atas perangkat kelurahan, RT/RW, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta unsur masyarakat lainnya. Sistem tersebut memungkinkan bantuan diterima langsung oleh warga yang berhak tanpa harus datang ke kantor kelurahan maupun lokasi distribusi.
Eko menjelaskan, pengembangan BOS DILAN pada tahun 2025 tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan, tetapi juga diarahkan menjadi model pelayanan sosial kolaboratif berbasis wilayah. Pengembangan tersebut dilakukan melalui sinergi antara Kelurahan Kedungasem dan Kelurahan Kedunggaleng untuk memperluas cakupan penerima manfaat sekaligus memperkuat validasi data penerima bantuan.
"Kami ingin pelayanan pemerintah benar-benar hadir hingga ke rumah masyarakat yang membutuhkan. Karena itu BOS DILAN kami kembangkan melalui kolaborasi lintas kelurahan sehingga jangkauan pelayanan semakin luas, data penerima manfaat semakin akurat, dan proses penyaluran bantuan menjadi lebih cepat serta tepat sasaran," katanya.
Ia menambahkan, inovasi tersebut juga mengedepankan prinsip gotong royong dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perangkat daerah, organisasi kemasyarakatan, relawan sosial, hingga dukungan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, BOS DILAN dinilai mampu meningkatkan efektivitas pelayanan publik karena distribusi bantuan dilakukan berdasarkan hasil verifikasi dan pemutakhiran data penerima manfaat secara berkala. Mekanisme tersebut juga mendukung transparansi serta akuntabilitas penyelenggaraan pelayanan sosial di tingkat kelurahan.
Ke depan, Kecamatan Wonoasih berkomitmen terus mengembangkan BOS DILAN sebagai inovasi pelayanan publik yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Penguatan kolaborasi antarwilayah, pemanfaatan teknologi informasi, serta peningkatan partisipasi masyarakat akan menjadi fokus pengembangan agar inovasi ini dapat direplikasi di wilayah lain di Kota Probolinggo.
"Bagi kami, ukuran keberhasilan inovasi bukan hanya banyaknya bantuan yang disalurkan, tetapi sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan manfaat pelayanan pemerintah. BOS DILAN hadir untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam memperoleh pelayanan sosial hanya karena keterbatasan usia, kondisi fisik, maupun akses," pungkas Eko Candra Wirawan.
