WONOASIH - Pemerintah Kecamatan Wonoasih terus mendorong lahirnya
inovasi pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satunya
melalui inovasi GASS PBB (Gerakan Akselerasi Solusi Surat Pemberitahuan
Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan) yang digagas Kelurahan Wonoasih
untuk mempercepat penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak
Bumi dan Bangunan (PBB) kepada masyarakat melalui sistem jemput bola.
Konsep inovasi ini selaras dengan penyusunan proposal inovasi daerah
sebagaimana diarahkan dalam pedoman yang digunakan Pemerintah Kota Probolinggo.
Melalui GASS PBB, aparatur Kelurahan Wonoasih bersama Ketua
RT dan Ketua RW mendatangi rumah-rumah warga untuk menyerahkan SPPT PBB secara
langsung. Pelayanan tersebut tidak hanya sebatas distribusi dokumen, tetapi
juga disertai edukasi mengenai pentingnya membayar pajak tepat waktu,
pendampingan apabila terdapat kendala administrasi, serta pemberian informasi
mengenai mekanisme pembayaran PBB.
Camat Wonoasih Kota Probolinggo, Eko Candra Wirawan,
mengatakan bahwa inovasi tersebut lahir sebagai jawaban atas kebutuhan
masyarakat akan pelayanan yang lebih mudah dijangkau sekaligus mendukung
peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat kelurahan.
"GASS PBB merupakan wujud komitmen kami untuk
menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat. Selama ini masih
terdapat warga yang menerima SPPT mendekati jatuh tempo atau mengalami kendala
administrasi sehingga berdampak pada keterlambatan pembayaran. Melalui sistem
jemput bola, pemerintah hadir langsung memberikan solusi agar masyarakat
memperoleh pelayanan yang cepat, mudah, dan humanis," ujar Eko.
Menurutnya, perubahan pola pelayanan dari sistem pasif
menjadi pelayanan proaktif menjadi nilai utama inovasi tersebut. Aparatur tidak
lagi menunggu masyarakat datang ke kantor kelurahan, tetapi justru mendatangi
masyarakat sehingga pelayanan dapat dirasakan secara lebih merata, termasuk
oleh kelompok lanjut usia maupun warga yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Selain mempercepat distribusi SPPT, GASS PBB juga
dimanfaatkan sebagai sarana melakukan validasi data objek dan subjek pajak di
lapangan. Dengan demikian, apabila ditemukan perubahan kepemilikan, perubahan
luas tanah, maupun ketidaksesuaian identitas wajib pajak, pemerintah dapat
segera mencatat dan menindaklanjuti proses pembaruannya.
"Inovasi ini tidak hanya berbicara mengenai penyampaian
SPPT. Kami juga ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa pajak merupakan
kontribusi nyata untuk pembangunan Kota Probolinggo. Karena itu, setiap
kunjungan menjadi momentum memberikan edukasi sekaligus mendengarkan berbagai
masukan dari masyarakat," tambahnya.
Pelaksanaan GASS PBB dilakukan secara bertahap mulai dari
pemetaan data SPPT berdasarkan wilayah RT dan RW, koordinasi lintas perangkat,
sosialisasi kepada masyarakat, pelayanan jemput bola, pendampingan konsultasi,
validasi data, monitoring pembayaran hingga evaluasi berkala. Pola kerja
tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketepatan distribusi SPPT, memperbaiki
kualitas data perpajakan, sekaligus meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
Lebih jauh, Eko menegaskan bahwa keberhasilan inovasi tidak
hanya diukur dari meningkatnya realisasi pembayaran PBB, tetapi juga dari
tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.
"Harapan kami, GASS PBB menjadi budaya pelayanan di
Kelurahan Wonoasih. Pemerintah hadir lebih dekat dengan masyarakat, masyarakat
semakin sadar akan pentingnya membayar pajak, dan pada akhirnya pembangunan
daerah dapat berjalan lebih optimal karena didukung oleh peningkatan pendapatan
asli daerah," pungkasnya.
Melalui inovasi GASS PBB, Kecamatan Wonoasih dan Kelurahan
Wonoasih menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik dapat dimulai
dari langkah sederhana namun berdampak besar, yakni mendekatkan pelayanan
kepada masyarakat sehingga setiap warga memperoleh kemudahan dalam memenuhi
kewajiban perpajakannya.
