SGM Barokah, Ikhtiar Warga Pakistaji Menghapus Hambatan Biaya Pendidikan Anak Usia Dini

WONOASIH - Di tengah masih adanya beban biaya pendidikan anak usia dini yang dirasakan sebagian masyarakat, Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, menghadirkan solusi melalui inovasi SGM Barokah. Program pelayanan publik ini membuka akses pendidikan anak usia dini secara gratis, lengkap dengan dukungan kebutuhan belajar tertentu agar anak dapat mengikuti proses pembelajaran dengan nyaman.

Inovasi yang mulai diimplementasikan pada Januari 2023 itu lahir dari kepedulian masyarakat terhadap masih tingginya biaya pendidikan yang sulit dijangkau keluarga berpenghasilan rendah. Meski pemerintah telah memberikan bantuan operasional pendidikan, dalam praktiknya masih terdapat biaya tambahan yang harus ditanggung orang tua. Kondisi tersebut mendorong lahirnya gagasan menghadirkan layanan pendidikan yang benar-benar tanpa pungutan bagi anak usia dini.

Camat Wonoasih, Eko Candra Wirawan, mengatakan pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang harus dapat diakses seluruh anak tanpa memandang kondisi ekonomi keluarga.

"Melalui inovasi SGM Barokah, kami ingin memastikan tidak ada lagi anak usia dini yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan biaya. Pendidikan pada masa golden age merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang anak, sehingga harus menjadi hak yang dapat dinikmati seluruh masyarakat," ujarnya.

Tidak hanya menggratiskan biaya pendidikan, SGM Barokah juga terus meningkatkan kualitas layanan. Pengelola memperkuat promosi melalui media sosial, kegiatan kelurahan, Kecamatan Wonoasih, serta kolaborasi dengan Kelompok Masyarakat Sumber Barokah. Di sisi lain, metode pembelajaran juga terus diperbarui agar proses belajar berlangsung menyenangkan melalui pendekatan belajar sambil bermain.

Dampak inovasi tersebut mulai terlihat. Jumlah peserta didik terus meningkat setiap tahun. Bahkan, tidak sedikit orang tua dari wilayah sekitar seperti Desa Keramat Agung dan Kelurahan Jrebeng Kidul memilih menyekolahkan anak mereka di TK Al Barokah karena seluruh layanan pendidikan diberikan secara gratis.

Berdasarkan dokumen inovasi, keberadaan SGM Barokah berhasil memperluas akses pendidikan bagi sekitar 95 persen anak usia dini di lingkungan Pakistaji dan sekitarnya dibandingkan sebelum inovasi diterapkan. Selain mengurangi beban ekonomi masyarakat, program ini juga diharapkan mampu menekan angka anak yang tidak bersekolah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini, serta ikut mendukung upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Eko menambahkan, keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya diukur dari banyaknya penghargaan, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

"Kami berharap SGM Barokah menjadi inspirasi bahwa kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah mampu menghadirkan pelayanan publik yang sederhana, tetapi berdampak besar. Ketika akses pendidikan semakin terbuka, masa depan anak-anak juga akan semakin baik," katanya.

Melalui SGM Barokah, Kecamatan Wonoasih menunjukkan bahwa inovasi pelayanan publik tidak selalu identik dengan teknologi tinggi. Kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, kolaborasi, dan komitmen memberikan layanan yang inklusif justru menjadi kunci utama dalam menghadirkan perubahan yang dirasakan langsung oleh warga.



LINK TERKAIT