Kelurahan Kedunggaleng Luncurkan BALSEM JUMBO, Perkuat Gotong Royong Bantu Warga Rentan

WONOASIH – Pemerintah Kecamatan Wonoasih terus mendorong lahirnya inovasi pelayanan publik yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata. Salah satunya melalui inovasi BALSEM JUMBO (Bantuan Langsung Sembako Jumat Barokah) yang diinisiasi Kelurahan Kedunggaleng sebagai gerakan sosial berbasis gotong royong untuk membantu masyarakat kurang mampu secara rutin setiap hari Jumat.

Inovasi yang mulai diterapkan sejak 7 Februari 2025 tersebut hadir sebagai jawaban atas kondisi sosial ekonomi masyarakat yang masih menghadapi tantangan akibat meningkatnya harga kebutuhan pokok, berkurangnya lapangan pekerjaan, serta masih adanya warga rentan yang belum sepenuhnya terjangkau program bantuan sosial pemerintah.

Melalui BALSEM JUMBO, bantuan sembako disalurkan secara langsung kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan, mulai dari lansia sebatang kara, janda atau duda dengan tanggungan anak, buruh harian, anak yatim kurang mampu hingga penyandang disabilitas tidak produktif. Pendataan dilakukan oleh Ketua RT dan RW, kemudian diverifikasi agar bantuan tepat sasaran.

Program ini bermula dari kebiasaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kelurahan Kedunggaleng yang menyisihkan sebagian rezekinya setiap hari Jumat untuk membantu masyarakat. Kepedulian tersebut kemudian mendapat dukungan masyarakat, pelaku usaha, serta para dermawan sehingga berkembang menjadi gerakan sosial yang lebih terstruktur dengan sistem pengelolaan dan pelaporan yang transparan.

Camat Wonoasih, Eko Candra Wirawan, mengatakan bahwa BALSEM JUMBO merupakan bukti bahwa pelayanan publik tidak hanya diwujudkan melalui administrasi pemerintahan, tetapi juga melalui kepedulian sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

"BALSEM JUMBO merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan para dermawan dalam menghadirkan pelayanan sosial yang cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Kami berharap inovasi ini mampu memperkuat budaya gotong royong sekaligus memastikan warga yang membutuhkan tidak merasa berjalan sendiri menghadapi kesulitan hidup," tuturnya.

Menurut Eko, inovasi tersebut juga menjadi salah satu bentuk implementasi pelayanan publik yang humanis karena pemerintah hadir tidak hanya sebagai penyelenggara administrasi, tetapi juga sebagai penggerak solidaritas sosial.

"Keberhasilan sebuah inovasi bukan hanya diukur dari banyaknya bantuan yang disalurkan, tetapi dari tumbuhnya kepedulian masyarakat untuk saling membantu. Semangat inilah yang ingin terus kami bangun di Kecamatan Wonoasih,"  ujarnya

Dalam pelaksanaannya, pengumpulan donasi dan pendataan penerima dilakukan pada hari Senin hingga Kamis. Selanjutnya bantuan dikemas pada Jumat pagi, didistribusikan kepada penerima menjelang siang, kemudian didokumentasikan dan dipublikasikan sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.

Selain membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat rentan, inovasi ini juga memperkuat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah kelurahan, meningkatkan partisipasi warga sebagai donatur maupun relawan, serta menghidupkan kembali nilai gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Hingga kini, BALSEM JUMBO telah menjadi layanan sosial rutin yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya bersama mengurangi kesenjangan sosial di Kelurahan Kedunggaleng.

"Kami berharap, sebagai inovasi pelayanan publik di bidang sosial, BALSEM JUMBO mampu menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui kolaborasi dan semangat berbagi," pungkasnya.


LINK TERKAIT