BAPPERIDA DORONG PENGUATAN INOVASI DAERAH, KECAMATAN WONOASIH SIAP TINGKATKAN DAYA SAING PELAYANAN PUBLIK

Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Probolinggo memberikan pembinaan penyusunan dan penguatan Indeks Inovasi Daerah (IID) kepada Kecamatan Wonoasih pada Selasa, 4 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Wonoasih tersebut diikuti oleh seluruh inovator dari tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kecamatan Wonoasih.

WONOASIH – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Probolinggo memberikan pembinaan penyusunan dan penguatan Indeks Inovasi Daerah (IID) kepada Kecamatan Wonoasih pada Selasa, 4 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Wonoasih tersebut diikuti oleh seluruh inovator dari tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kecamatan Wonoasih.

Pembinaan ini bertujuan meningkatkan kualitas inovasi daerah sekaligus memperkuat kesiapan perangkat daerah dalam memenuhi indikator penilaian Indeks Inovasi Daerah. Dalam kesempatan tersebut, narasumber dari Bapperida Kota Probolinggo menekankan bahwa inovasi tidak hanya dinilai dari kebaruan gagasan, tetapi juga dari keberlanjutan pelaksanaan, manfaat yang dirasakan masyarakat, serta dukungan bukti administrasi yang memadai.

"Kunci keberhasilan inovasi adalah implementasi yang konsisten, terdokumentasi dengan baik, dan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik maupun kesejahteraan masyarakat," ujar narasumber dari Bapperida Kota Probolinggo dalam sesi pembinaan.

Kecamatan Wonoasih mempresentasikan empat inovasi unggulan yang selama ini dikembangkan sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan publik. Keempat inovasi tersebut meliputi NOASIH TRANS, SI LIDIA (ArSIp Digital dan ALIh MeDIA), BANG EKO MBANTING (BANtuan SEmbaKO dan Makanan Balita StuNTING), serta KNKM (Komunitas Noasih Kreatif dan Mandiri).

Selain inovasi tingkat kecamatan, masing-masing kelurahan juga memaparkan inovasi yang telah diimplementasikan. Kelurahan Wonoasih menghadirkan GASS PBB (Gerakan Akselerasi Solusi Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan). Kelurahan Kedunggaleng memperkenalkan BALSEM JUMBO (BAntuan Langsung SEMbako JUM'at BarOkah). Kelurahan Kedung Asem mengembangkan BOS DILAN (Bantuan SOSial DelIvery LANjut Usia). Kelurahan Sumber Taman menampilkan PRABU JAGAT (Patroli RondA BersatU JAGA Keamanan dan KeTertiban), sementara Kelurahan Jrebeng Kidul mempresentasikan PERLIMA (PERpustakaan KeLIling KharisMA).


Seluruh inovasi tersebut memperoleh masukan dari tim pembina Bapperida, mulai dari aspek substansi inovasi, penguatan indikator penilaian, penyempurnaan dokumen pendukung, hingga strategi keberlanjutan program. Pembinaan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas setiap inovasi sehingga memiliki nilai tambah dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.


Melalui kegiatan ini, Kecamatan Wonoasih menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya inovasi di lingkungan pemerintahan kecamatan dan kelurahan. Pengembangan inovasi dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adaptif, efektif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT